Menyulap Sisa Tenun Menjadi Masker

Selamat hari Jumat wahai sobat Noesa! Nisul disini. Mencoba menulis Journal Noesa di siang hari yang lumayan bikin meleleh. Semoga semua sudah makan siang dan tetap dalam keadaan sehat baik mental maupun fisik ya! Kami, Geng Noesa, masih bekerja dari rumah, dan hanya sesekali berjumpa untuk keperluan foto untuk promosi, dan terkadang ke gudang  untuk urusan produksi. Saya pribadi masih parno untuk keluar rumah, karena jumlah positif Covid-19 bertambah tiap harinya. Stay safe, please! Mari jadi tim #dirumahaja agar pandemi Covid-19 di Indonesia cepat selesai.

Kali ini saya mau memperkenalkan produk Noesa yang terbaru, yaitu Masker Tenun Ikat. Banyak yang komentar di sosial media kami “Kak, Noesa buat Masker kak”. Jujur, salah satu pertimbangan Geng Noesa untuk buat masker agak berat. Walaupun berbahan katun, tenun ikat mempunyai ketebalan yang cukup bikin pengap, dan benangnya pun tidak rapat karena menggunakan alat tenun gedog.

Pada awalnya kami kesulitan membuat desain masker yang pas. Setelah putar otak dan trial eror, akhirnya Retno dan Cendy—tim produksi— berhasil menemukan formulanya, yakni dengan mengolah bahan-bahan yang ada dan memanfaat kain sisa tenun yang selalu kami kumpulkan dari awal Noesa berdiri.

Noesa membuat empat jenis masker yang berbeda, yang pertama, Masker Polos

Masker Polos, Cocok untuk kamu yang suka polosan
Lalu yang kedua, cocok untuk kamu yang bergaya kasual (beberapa teman kami bilang masker yang ini mirip masker dalam film science fiction seperti Dune dan Star Trek) yaitu Masker Tenun.
Masker Tenun, Iya, modelnya saya sendiri :")

Lalu ini dia yang diminati Sobat Noesa dari hari pertama rilis, Masker Perca kalau kata tim produksi ketika mendesain "Masker Perca cocok untuk yang suka eksperimental" Inilah Masker Perca.. 

Masker Perca, yang katanya cocok untuk manusia eksperimental :")

Dan yang terakhir, favorit salah satu founder Noesa, Masker Scarf. Masker atau Scarf? Atau dua-duanya? Iya.. Dua-duanya loh. 

Masker Scarf, Kali ini modelnya adalah Retno. Yang desain masker :))

Kami mecoba beberapa bahan, mencari tali yang tidak sakit untuk telinga, dan kami akhirnya menemukan yang pas. Namun apabilan kamu memiliki preferensi lain, talinya bisa dengan mudah diganti dengan tali yang kamu suka. Semua masker bisa digunakan untuk headloop (dijual terpisah). Seri masker ini memiliki 2 lapis kain, bagian dalam masker dilapisi dengan bahan Tencel yang sudah kami celup dengan Indigo, jadi lembut di kulit. Semua masker dilengkapi nose wire yang bisa copot-pasang, jadi buat pemakai kacamata, semoga membantu menghindari uap yang tak diundang ya!

Masker ini hanya kami produksi terbatas. Jadi...jangan sampai kehabisan! 

 

Leave a comment

All comments are moderated before being published

Shop now

We love Indonesia and we want to share this love to you.